Moralitas ala Nietzsche
Apakah memberi makan orang miskin itu baik? Apakah tidak membalas orang yang berbuat jahat kepada kita berarti kita memiliki moral yang lebih tinggi daripada orang itu? Apa sebenarnya baik dan buruk itu? Dari mana asalnya? Demikian pertanyaan yang muncul dari kelas Genealogi Moral Nietzsche yang aku ikuti kemarin. Kita manusia suka mengategorikan perbuatan sebagai baik dan buruk. Tapi bagaimana jika perbuatan baik yang kita lakukan, misalnya memberi makan orang miskin, bukan semata-mata karena kita ingin melakukan kebaikan itu, melainkan karena kita memproyeksikan diri kita kepada orang tersebut? Bagaimana kalau aku menjadi dia? Aku pasti kesulitan. Aku pasti lapar. Maka ketika kita memberi, jangan-jangan sebenarnya kita sedang memberi makan ketakutan kita sendiri. Tapi memang kenapa kalau kita memberi karena takut? Kita diuntungkan. Orang yang kita beri juga diuntungkan. Lalu apa masalahnya? Dalam pembacaan Nietzsche, persoalannya bukan sekadar pada apa yang kita lakukan, tetapi juga...